Monday, April 20, 2015

Terjebak di Perang Harga



Siapa yang disini pusing menentukan harga produknya? Faktor harga memang salah satu faktor penting dalam Jualan karena banyak tipe konsumen sebelum membeli menanyakan soal harga dan akhirnya faktor ini menentukan apakah konsumen tersebut jadi beli atau tidak.

Nah karena hal tersebut tidak heran mengapa banyak penjual atau UKM (usaha kecil menengah) terjebak di jebakan harga.

Mereka Banting-banting harga dengan coba memberikan harga yang lebih murah dari pesaingnya alhasil mereka terjebak di perang harga. Memang apa masalahnya perang harga? Perang harga hanya akan membuat persaingan yang berdarah-darah karena hal tersebut menjadikan prodak anda ke dalam jenis prodak yang sama.

Misal anda menjual batik tapi anda hanya fokus pada strategi harga saja yaitu harga lebih murah dan mengabaikan faktor perbedaan (differentsiasi) dan Brand-nya (kalau pusing boleh lah brand disamakan dengan merk)

Alhasil batik anda hanya akan masuk pada prodak pasaran alias banyak dipasaran.. Karena prodak pasaran Konsumen hanya akan memilih prodak termurah.

Seperti halnya anda bilang ke teman anda “ Ia beli ditoko sana aja barangya lebih murah dan bagus” Ya konsumen hanya mengingat nama toko dan harga bukan Brand anda, itu artinya prodak anda pasaran.

Jika pesaing ada dengar otomatis mereka akan menurunkan harga agar pembeli tadi mau ke tokonya, al hasil terjadi perang harga, kadang toko A yang laris kadang B yang laris, ya saat mereka saling menurunkan harga, Hasilnya? Keuntungan kecil bahkan minus.

Itulah mengapa pemilik batik trusmi Cirebon Sally Giovany (Omset 100juta/hari) lebih memilih harga lebih mahal kualitas oke tapi Fokus pada Brandnya.

Karna perlu diingat tidak semua tipe konsumen mementingkan harga, Banyak tipe consumen yang lebih mementingkan kualitas dan Brand. Dan tipe konsumen tersebut lebih banyak dan tipe konsumen yang loyal (artinya beli terus-menerus secara berkala)

Dibandingakan tipe konsumen yang mementingkan harga, mereka tipe konsumen yang labil cepet berpindah-pindah ke satu toko ke toko lain. Jadi jangan heran perusahaan kita bisa cepat bangkrut jika fokus pada konsumen macam ini.

Mungkin anda pernah yang mengalaminya sekarang laris tapi besok-besoknya sepi, Ya mereka sudah berpaling ke toko lain. Bagaimana agar tidak terjebak di zona perang harga? Ya kita harus bidik konsumen yang pintar bukan yang labil.



Konsumen pintar tidak mementingkan harga tapi kualiatas
Konsumen pintar tidak mementingkan harga tapi Brand
Konsumen pintar tidak mementingkan harga tapi layanan

Jadi Fokus pada perbedaan (Differentsiasi) di atas kalau tidak ingin terjebak diperang harga.
Maka tidak heran ketika Pedagang yang terjebak di perang harga sedang banting-banting harga menurunkan harga, Eh pedagang yang tidak terjebak diharga malah menaikan harga dan masih tetap ramai.

Makanya saya selalu bilang ke klien saya ubah mindsetnya jangan fokus ke harga, Carilah konsumen pintar naikan harga minimal tiga kali lipat dan perbaiki kualitas prodak, layanan dan Brand. Alhasil mereka memiliki pembeli yang loyal.

Mereka puas dan kembali lagi membeli prodaknya.

Bagaimana? Paham?

Kadang, kita belajar. Kadang, kita mengajar. Setiap kita adalah murid sekaligus guru. Pandai-pandailah kita memetik hikmah dari setiap orang dan setiap kejadian. #7 Keajaiban Rezeki Ippho Santosa   
SHARE BERBAGI MANFAAT SILAKAN

0 komentar:

Post a Comment