Tuesday, September 15, 2020

Mengenal 9 Blok dalam Business Model Canvas


Pendirian sebuah perusahaan memerlukan strategi dan perencanaan yang matang. Bayangkan jika perusahaan harus menulis dokumen proposal yang sangat tebal dan merepotkan. Namun, penyusunan strategi dan perencanaan tersebut dapat disederhanakan dengan 9 blok dari Business Model Canvas. Model ini diciptakan oleh Alexander Osterwalder pada tahun 2005. Sejak itu, strategi manajemen ini menjadi  populer di kalangan dunia bisnis. Bagaimana bisa? Nah, simak pembahasannya berikut ini!

Apa itu Business Model Canvas?

Secara sederhana, business model canvas adalah strategi manajemen yang digunakan untuk merancang perencanaan bisnis perusahaan. Cara penggunaan business model canvas cukup mudah, perusahaan cukup mengisi 9 blok yang ada sesuai dengan informasi perusahaan. 9 blok tersebut antara lain :

Value Proposition

Setiap perusahaan memiliki sebuah nilai. Perusahaan harus menetapkan nilai yang diposisikan untuk calon customer tentang bagaimana perusahaan ingin dilihat oleh calon customer melalui value proposition. 

Customer Segments

Perusahaan akan mendapatkan income atau pemasukan dari customer. Dengan menentukan segmentasi konsumen yang tepat, perusahaan akan mengincar jenis konsumennya sesuai dengan value proposition.

Channels

Setiap perusahaan memerlukan sarana atau cara untuk menyampaikan jasa atau produk mereka kepada customer. Channels merupakan sarana atau cara untuk menyampaikan jasa atau produk kepada customer sesuai segmen yang telah ditentukan.

Customer Relationship

Sangat penting bagi untuk menjalin hubungan yang baik dengan customer agar customer tidak berpaling ke kompetitor. Untuk itulah perusahaan harus merancang bagaimana cara membina hubungan dengan konsumen yang baik dan benar.

Key Activities

Perusahaan melakukan berbagai aktivitas untuk mendukung produksi. Key activities berguna untuk menentukan kegiatan perusahaan dan menunjukkan kegiatan utama yang harus diberi perhatian lebih.

Key Resources

Sumber daya baik sumber daya manusia atau sumber daya alam merupakan kunci mewujudkan value proposition melalui key activities yang akan dijalankan. Perusahaan dapat menuliskan sumber daya yang dimiliki dalam bagian key resources.

Key Partnership

Tidak ada manusia yang mampu berdiri sendiri, begitu pula dengan perusahaan. Untuk memperlancar relasi yang terjaga dengan baik, perusahaan merencanakan seperti apa relasi dan pihak yang harus diajak bekerja sama ketika eksekusi bisnis.

Revenue Stream

Ketika perusahaan berjalan dengan baik, perusahaan akan mendapatkan keuntungan  berupa profit. Revenue stream menjelaskan bagaimana dan melalui apa saja perusahaan mendapatkan keuntungan.

Cost Structure

Perusahaan harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk menjalankan bisnis dan mendapatkan keuntungan. Cost structure meliputi jenis biaya yang sekiranya akan dikeluarkan ketika bisnis telah berjalan. Contoh biaya tersebut adalah gaji karyawan. Sebaiknya perusahaan menggunakan aplikasi payroll untuk memudahkan proses penggajian karyawan yang terkenal rumit. 

Perusahaan yang kokoh dan mampu menghadapi tantangan bisnis adalah perusahaan yang memiliki perencanaan yang kuat. Dengan demikian, penting bagi perusahaan untuk memahami dengan benar apa itu business model canvas. Nah, demikianlah penjelasan mengenai apa itu business model canvas dan apa saja 9 blok yang terdapat dalam business model canvas.

Untuk mempermudah perusahaan dalam melakukan pengukuran kinerja, saat ini telah hadir Software Performance Management dari LinovHR, salah satu fiturnya yaitu balanced scorecard akan dapat memudahkan manajemen untuk memantau sejauh mana perkembangan kinerja perusahaan.

Nah itu lah pembahasan mengenai 9 blok dalam business model canvas, semoga pembahasan tersebut dapa bermanfaat untuk anda.