Masalah yang sering terjadi atau paradok yang terjadi saat memutuskan pilihan baik dalam apapun itu seperti pilihan hidup menjadi apa atau kuliah dimana hingga masalah terkecil tentang memilih barang.
Kenapa ini penting? Karena pilihan ini akan menentukan nasib anda. Termasuk membeli barang yang sepele? Ya, ini termasuk memutuskan untuk memilih barang yang sepele.
Mungkin disini saya akan mencontohkan tentang memilih atau membeli buku. Yang perlu diingatkan sebelumnya, ini tentang memilih Kenapa keputusan membeli atau memilih ini penting? Karena dari aspek ini akan menentukan nasib keseluruhannya.
Memilih = suka dengan pilihan tersebut
Misal seperti yang disebutkan diatas tentang memilih buku, Jika buku yang dipilih hanya buku yang lucu maka keputusan dalam hidup anda buku yang bagus adalah yang bisa membuat tawa, kemudian secara tidak sadar anda ingin membuat buku yang bisa orang tertawa.
Kalau anda memilih buku yang membuat berpikir atau teoritis maka kemungkinan besar anda ingin membuat orang berpikir.
Sebenarnya apa sih maksudnya? Kok kaya muter-muter gini #PusingPalaBaby
Nah maksudnya adalah, anda jangan terlalu terpengaruh orang lain saat untuk memutuskan pilihan terhadap apapun itu. Karena masih banyak orang terpengaruh (Yap, termasuk penulis juga) karena alasan gak enak atau gengsi sehingga pilihan yang diputuskan tidak sesuai dengan hati.
Kenapa ini penting? Karena nasib anda dikemudian hari akan disusahkan oleh pilihan yang sudah diputuskan tersebut.
Jika buku bagus yang dipilih (suka) adalah buku yang membuat ketawa tapi karena genggsi atau kata teman anda buku bagus adalah yang teoritis. Kemudian anda jadi memilih buku teoritis. Dikemudian hari ketika anda ingin jadi penulis atau dituntut menulis anda akan terjebak pada "bagaimana membuat buku yang teoritis" padahal itu bukan kesukaan atau keahlian anda. Ya, padahal keahlian atau kesukaan anda membuat orang ketawa.
Pada akhirnya anda akan terjebak "Kok sudah ya bikin buku?"
Padahal saja ketika anda memutuskan untuk membuat buku ketawa mungkin akan lain cerita.
Ya, Kita terlalu gengsi atau tidak bisa bersikap terhadap apa yang Kita suka karena terlalu malu mengatakan ke teman Kesukaan Kita yang berbeda.
Pada akhirnya masalah ini terjadi
"Kata dosen skripsi yang bagus adalah membuat inovasi sehingga anda terjebak di pemikiran tersebut yang mungkin itu bukan keahlian atau kesukaan anda, hasilnya skripsi ga kelar-kelar"
"Kata teman kuliah di teknik itb keren padahal ke ahlian anda di musik, hasilnya anda ingin susah payah masuk itb tekniknya, Hasilnya? Anda kesulitan dan bilang susah.."
Sebenarnya apa sih yang ingin disampaikan?
Keputusan bagus atau tidak itu pilihan hanya kata hati anda yang tahu bukan kata orang lain jadi jangan terlalu gengsi atau malu dengan pilihan hati tersebut.
Banyak yang memaksakan (gengsi) untuk memilih sesuatu karena kata orang sehingga terjebak #SusahSendiri


0 komentar:
Post a Comment