Friday, September 2, 2016

Terjebak di zona instan


Merasa tidak berguna? Tidak punya karya yang dibuat? Merasa pekerjaan bosan, stuck? Atau bisnis Keuangan sempit atau mampet?

Bisa jadi anda terkena penyakit ini, INSTAN

Dan sumbangan terbesar penyakit ini adalah sosial media dan televisi.

Padahal bagaimana proses membangun sosial media saja Mark perlu melakukan hal yang membosankan bertahun-tahun, begitu juga pembuatan game pokemon go.. yang gamenya terlihat simple.

Kerjaan apa emang? CODING alias mencocok-cocokan angka

Bagitu juga tayangan televisi, Mereka tidak menayangkan bagaiman susahnya parkir,  susahnya cari wc umum di jalan, antri di loket dan lain sebagainya. Ya karena terlihat tidak menarik alias membosankan bagi penonton.

Tapi mereka langsung menyajikan sesutu yang terlihat menarik semua, padahal dampaknya luar biasa yaitu persepsi penonton menilai semuanya INSTAN. kita tertipu oleh tayangan manis, tapi kadang emang kita senang ditipu seh..

Ya mereka menyajikan keinstanan dan memanjamkan kita,
akhirnya orang lain bahkan kita sendiri mulai membandingkan diri kita dengan orang lain,

"kok gue ga bisa ya seperti itu."

Kata-kata ini muncul biasanya setelah baru beberapa lama proses berjalan atau sedikit perjalan dan harapan kita sudah bisa langsung instan seperti tayangan sosmed atau televisi.

Padahal Mereka yang berhasil telah melewati masa bosan yang luar biasa dan kefrutasian, cuma tidak ditayangkan karena dilihat bakal tidak menarik alias membosankan.

Kenapa kita harus terlindar dari penyakit INSTAN?

Karena menurut penelitian dalam buku deep working kita tidak bakal bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa tanpa adanya kefokusan dan kesabaran karena tidak ada karya luar biasa yang diciptakan instan.

Walaupun ada yang cepat prosesnya, bukan berarti itu instan tapi mereka sudah AHLI mereka sudah terbiasa sehingga mengerjakan hal tersebut menjadi cepat, seperti pembuat lagu, menulis buku, membuat design.

Mereka awalnya tentu lambat tapi karena terbiasa dan berhasil fokus melewati masa kebosanan mereka menjadi ahli dan cepat.

Tanpa Kefokusan dan kesabaran dalam kebosanan, mustahil kita bisa menciptakan karya yang luar biasa.

Sosial media menjadi menjadi bumerang, di tangan orang kreatif akan menjadi pundi-pundi uang yang tidak terbatas dan di tangan zona instan hanya akan terjebak di zona sirik dan nyirnyir selalu membandingkan diri dengan orang lain.

Ingat lho salah satu penyebab tidak bahagia kita selalu membandingkan dengan orang lain.

dan satu lagi terjebak di zona ikut debat kosong tanpa arti, Ikut berkomentar dengan menebar kebencian saling menyalahkan padahal mereka yang didebatkan tidak peduli atau sedang menari melihat umpannya termakan.

Strategi isu sering digunakan dalam marketing, sebenarnya strategi ini bagus untuk membuat isu dalam hal prodak bisnis tapi sangat tidak dianjurkan untuk dipolitik, karena syarat adu domba.

Jadi bagaimana pun tidak ada keberhasilan di zona instan kecuali menjadi los*r.

Sekian tulisan tidak jelas ini yang sedang mengusir kebosanan rutinitas proses bisnis.

Kenapa kita harus mengulang-ngulang mempraktekan padahal itu membosankan? Karena repetisi is mother of science. Untuk menjadi ahli perlu 10000 jam dalam bidangnya. Ya itu kadang-kadang membosankan melakukan hal yang sama.

Misal dalam ilmu SEO, membuat backlink dengan artikel yang diulang-ulang, atau pembuat game, theme website, tool, mereka melakukan pengulangan coding yang prosesnya gitu-gitu aja.

Jadi kesimpulannya, Sudahkan anda makan mie instan seperti gambar di atas? #Oke ini tanda tulisan harus dihentikan.


SHARE BERBAGI MANFAAT SILAKAN

0 komentar:

Post a Comment

iklan responsip