Monday, June 15, 2015

Masih sibuk trial error?

sumber: hawaii.score.org

Selamat sore teman-teman.. wah baru update lagi neh, kayanya bakal jarang update neh.. yah kali aja ada yang kangen artikel saya haha.. saya mohon maaf tidak bisa update setiap hari lagi, yah mungkin semingggu sekali atau dua kali. Sedang fokus skripsi dan menyiapkan bisnis baru soalnya, bagaimana dengan teman-teman? Apakah masih stagnan saja bisnisnya disitu aja? Ga ada perubahan atau perkembangan? Wah harus segera dikonsultasikan kepada mentor teman-teman.

Kadang kesalahan kecil yang sering menghambat kita tapi kadang kita tidak bisa menyadari hal tersebut, Nah disinilah peran mentor, mentor berperan sebagai pengevaluasi kita. Mentor sudah dulu terjun ke dunia bisnis jadi bakal mungkin bisa tahu kesalahan kita karena sukses berpola dan gagal berpola juga kata mas Jaya Setiabudi. Pola kegagalan pebisnis biasa hampir sama begitu juga pola kesuskesesannya Cuma beda kasus saja paling.

Karena sesungguhnya bisnis itu bukan ilmu mistis tapi logika dan lebih tepatnya lagi ilmu pengetahuan dan matematik sebagai induknya. Dalam bisnis salah melangkah diawal saja bisa fatal atau salah urutan, urutan langkah inilah yang bisa menjadikan percepatan bisnis kita atau menyebabkan kegagalan. Contohnya saja di awal langsung Fokus terjun di produksi, kemungkinan besar akan gagal apalagi tidak didukung modal hanya modal yang sangat… sangat terbatas.

Dalam ilmu matematik, akan tercipata jika.. maka.. contohnya jika melakukan hal pertama seperti ini maka hasilnya akan seperti ini. Seperti contoh di awal kenapa kita kemungkinan besar akan gagal ketika di awal langsung terjun di produksi apalagi tidak ada dukungan dana atau sebagai pemasukan dana. Ya dalam ilmu matematik energi manusia bisa dihitung. Energi yang diperlukan untuk di tahap produksi akan sangat besar, bahkan ketika kita baru belanja cari bahan baku energi kita sudah habis alias loyo. Nah inilah yang kita tidak sadari, energi kita itu terbatas kadang kita tidak memperhitungkannya, semangat di awal tinggi dan loyo kemudian di menit ke sekian.. karena Cuma modal semangat doang.

Semangat emang hal pertama yang harus dimiliki di awal tetapi kesana kita harus cerdas mengefektifkan tenaga dan dana. Fokus di produksi boleh asal kita sudah memiliki pemasukan dari yang lain jika tidak memiliki sebaiknya produksi bertahap dan fokus pada sales. Seperti kata Chairul Tandjung fokus di sales dulu dan Infrastruktur mengikuti jangan dibalik, Jika ada yang mendahulukan infrastruktur dan berhasil kemungkinan besar itu warisan alias udah ada dana pemasukan.

Urutan dalam bisnis sangat penting, ada yang baru melangkah langsung salah ada, ada yang udah ditahap satu berhasil tapi tahap selanjutnya bingung ada.. Yah makanya peran seorang mentor sangat berperan. Mentor sukses sudah tahu tahapannya.. tinggal perlu uji coba di lapangan dan jika gagal atau tidak efektif mentor juga akan mungkin tahu letak kegagalnnya.

 Jadi mengapa kita sering mendengar yang kaya makin kaya, mungkin itu pengusaha dan yang miskin makin mengutuk, mungkin itu ……., Pengusaha sukses sudah tahu polanya jadi kemungkinan lebih besar untuk menggandakan uangnnya lebih besar atau percepatanya untuk investasi dalam usahanya lebih besar. Sedangkan orang miskin yang makin miskin malah mengutuk bukannya meniru pola. Inilah  mental block, pikirannya negatif, bilang hasil korupsilah… hasil ngepet lah.. menghujat hanya akan menjauhkan kepada rejeki.

Padahal banyak orang sukses mau jadi mentor juga tapi karena belum apa-apa sudah berpikiran negative bilang.. bagi-bagi ilmu aja harus bayar pelit amat.. nah udah keblock duluan, akhirnya orang-orang sukses yang mau jadi mentor ini tidak jadi mentori dia tapi hanya orang-orang tertentu saja yang mau.bYa terus aja seperti ini, Hingga kiamat.. ehehe..

Jika tahu cerita owner zanana yang usianya baru 19 tahun yang kini omsetnya 200juta lebih/bulan. Dia dulu pernah ikut ecamp (entrepreneur camp) punyanya mas Jaya Setiabudi, dia tidak cukup uang untuk ikutan acara tersebut akhirnya jual motor vespa kesayangannya untuk ikut acara tersebut. Walaupun uangnya masih kurang, harganya sekitar 5jutaan kalau ga salah dan jual motor vespa kurang dari itu. Karena mindset dan mental udah kebuka dia berani menghadap mas Jaya dan bilang mau ikut ecamp tapi uangnya kurang dari hasil jual motornya. Karena melihat mindset dan mental yang bagus mungkin akhirnya mas Jaya membolehkannya ikut.

Hasilnya kini dia jadi jutawan mudah dan dimentori langsung oleh mas Jaya Setiabudi. Nah sebenarnya kenapa seh kita mesti bayar, Yah salah satu untuk merubah mindset di awal, kalau ilmunya sama trus dibagikan yang satu acaranya berbayar dan yang satu acaranya gratisan. Manakah yang akan lebih berdampak?

Ya, kemungkinan besar yang berbayar, karena yang berbayar “wah udah ngeluarin uang banyak pasti ilmu ini terbukti berhasil rugi kalau tidak dipraktekan” atau “udah mengeluarkan uang banyak saya harus bisa menggantinya dengan ilmu ini” kalau yang gratisan paling “tidur.. ngantuk ngomong doang” ya mirip ketika kita dengerin ceramah jumatan atau dengar dosen menjelaskan materi. Atau yang biasa ikut seminar gratis di kampus pasti Cuma mau snack doang trus tidur-tiduran deh.

Ya selain itu tujuaan kenapa berbayar, ini membedakan mana yang serius dan tidak. Kalau yang serius bayar pun pasti tidak masalah. Kan enak kalau mentorin orang yang benar mau serius dibandingkan yang tidak minat paling bilang “ngomong doang”. Yang serius dikasih tahu sedikit action bertubi-tubi dan yang ga serius “komentar aja”. Yah kalau komentar doang mana tahu hasilnya.. ilmunya ga masuk-masuk

Nah tujuan berbayar juga memisahkan antara yang serius dan tidak. Ini semacam ujian diawal yang tidak terlihat. Karena kebanyakan sudah tumbang ditahap ini. Setidaknya walau kita tidak punya uang kita bakal cari cara bagaimana untuk bisa ikut kalau, seperti kita ingin sesuatu hal selama masih ada tenaga dan pikiran masih ada jalan..


Nah bagaimana sudah punya mentor bisnis?

SHARE BERBAGI MANFAAT SILAKAN

0 komentar:

Post a Comment

iklan responsip