Wednesday, July 8, 2015

Penyakit Pelit Pengusaha


Ketika perusahaan teman-teman bangkrut, apa prioritas utama yang teman-teman selamatkan? Jika jawaban aset, Ya itu benar tapi aset apa? Para pengusaha teruji dan handal mungkin akan menjawab hal ini. 

Yang pertama adalah Brand, apakah itu Brand? Sudah saya jelaskan di beberapa artikel saya sebelumnya tapi secara sederhannya Brand kata Pak subiakto adalah ikatan emosional antar prodak dengan konsumennya. Atau sederhannya prodak tersebut sudah melekat pada benak konsumen. Contoh ingat air mineral ingat aqua, ingat mie ingat indomie, ingat mobil ingat mercy.

Kenapa mesti Brand? Ya, mengambil perhatian orang-orang (konsumen) dan apalagi sampai menjadi sesuatu yang diingat pertama kali oleh konsumen itu sangatlah sulit. Ketika kita berhasil mendapatkan hal tersebut kita bisa dikatakan telah berhasil membuat brand.

Apa manfaat brand? Ketika brand sudah kuat tentu brand yang kuat akan tercipta pengetahuan tentang prodak dan kepercayaan prodak di benak (pikiran) konsumennya. Dengah hal tersebut perusahaan akan lebih mudah menjual karena sudah dikenal dan dipercaya.

Contohnya mengapa kita beli air mineral dengan Brand aqua? Karena kita sudah tahu aqua dan kualitasnya artinya orang-orang sudah percaya padahal mungkin masih banyak air mineral lainnya yang lebih bagus kualitasnya tapi karena ketidaktahuan maka tidak ada kepercayaan kepada prodak tersebut. Itulah yang membuat sebuah Brand mahal. YA NAMA BAIK 

Contoh lainnya adalah GOOGLE, ketika kita mendengar GOOGLE mengeluarkan prodak  baru misalnya mobil maka konsumen akan langsung percaya kepada prodak baru tersebut padahal belum tentu prodak tersebut lebih bagus dari prodak mobil yang sudah ada.

Ya nama baik sangat berharga ketika suatu prodak ditempeli Brand tersebut otomatis itu langsung mendongkrak kepercayaan orang-orang. 

Contoh lainnya ketika prodak sepatu buatan cibaduyut di jual tanpa brand yang tidak terkenal mungkin tidak akan laku, lalu bandingkan ketika prodak tersebut ditempeli Brand nike atau adidas.  Padahal emang ada prodak nike yang dibuat oleh produ


sen indonesia. Bahkan nike sendiri tidak punya pabrik sepatu aselinya.
Itulah mengapa asset terbesar sebuah perusahaan bukan asset  fisik tapi  Brand. Sebagai gambaran saya tampilkan harga BRAND  termahal di dunia jadi kalau mereka menjual hak paten namanya mereka akan mendapatkan harga segini. Lihat belakangnya itu satuannya $m artinya  harga brand cocacola misalnya adalah 71.861.000.000 USA dolar, hitung saja kalau dirupiahkan.



Sumber gambar strategimanajemen.net


Nah biasanya pengusaha pelit tidak mengenal Brand atau nama baik contohnya seperti apa? Ya contohnya mereka ketika jualan spamming (nyampah), contoh spamming ngetag orang seenaknya, setiap masuk grup orang lain malah langsung jualan, “cek FB kita dong, cek IG kita dong” mana mungkin orang percaya kalau jualannya gitu, nama baiknya di jual murah kalau mereka jualan seperti itu. Jadi penyakit pelit pengusaha pertama adalah kalau jualan spamming tidak mau invest jualan dengan elegan.

Lanjut ke bahasan prioritas aset yang mesti diselamatkan ketika bangkrut, Yang kedua atau bisa dibilang yang terakhir juga yaitu yang mesti diselamatkan adalah SDM atau Sumber daya manusia perusahaan. Steve Jobs pernah berkata kurang lebih begini yang saya banggakan bukan saya menciptakan prodak apple seperti macbook, iphone, dan prodak iphone yang fantastic lainnya tapi saya bangga saya bisa merekrut orang-orang hebat untuk mewujudkan perusahaan apple yang luar biasa.

Mungkin Sering mendengar dibalik sukses seorang lelaki ada wanita hebat dibelakang, Nah dibalik sukses perusaan ada CEO dan pekerjanya yang hebat. Jika CEO nya jelek jangan harap usaha maju. CEO atau pemimpin adalah ujung tombak kalau ujungnya aja tumpul mana bisa menembus dinding atau menghancurkan dinding yang ada malah memantul lagi tuh tombak.

Penyakit pelit pengusaha yang kedua adalah mereka tidak mau investasi perihal mengasah otaknya, mereka pelit untuk mau investasi dalam pembelajaran, jangankan ikut seminar atau worksop berbayar, beli buku aja malas. Bagaimana mau berkembang kalau gitu.

Pengusaha yang berhenti belajar  siap-siap akan bangkrut  kalau kata coac dewa dan orang yang tidak mau berubah siaps-siaplah punah seperti dinasourus kalau kata  mas Jaya Setiabudi.

Belajar adalah sebuah keharusan, aset fisik boleh bangkrut tapi skill makin kaya itu akan mudah melesatkan lagi bisnisnya.

Selanjutnya adalah ketika CEO sudah benar mau belajar dan  penyakit selanjutnya adalah mereka tidak mau invest mengembangkan pegawainya atau SDM.

Pemimpin seperti ini biasanya tidak percayaan kepada bawahannya salah sedikit langsung turun tangan, padahal tugas pemimpin adalah harus mengajarkan ilmunya kepada pegawainya. Tapi penyakitnya biasanya pelit berbagi ilmu dengan pegawainya, alhasil mana bisa berkembang pegawainya kalau gitu. Coba percaya kepada pegawai jika salah anggap sebagai pembelajaran dan mulai bimbing dengan baik.  Tapi ingat juga jangan 100% percaya kepada pegawai itu yang dikatakan mas Jaya. Karena suatu saat mereka juga jadi sangingan kita.

Jangan pelit berbagi ilmu kepada pegawai karena rejeki bagaimanapun tidak akan tertukar.

SHARE BERBAGI MANFAAT SILAKAN

0 komentar:

Post a Comment

iklan responsip