Sunday, August 9, 2015

5 TANGGA BISNIS yang LUAR BIASA, KEREN dan SIMPLE


Kesalahan pengusaha pemula yang sering dilakukan adalah Langsung melakukan sistemasi. Jika kurang paham maksudnya adalah di awal bisnis Fokus pada pembuatan system pekerjaan. Padahal sistemasi adalah tahapan ketiga dalam bisnis atau tahap pengeluaran dimana kita bakal banyak mengeluarkan uang seperti biaya operasional system. Pantas saja bangkrut kita karena kita di awal fokus pengeluaran harus nya Fokus bagaiamana mendapatkan penghasilan yaitu di Makerting seperti persuasi dan selling.

Selanjutnya adalah Loncat-loncat, Terlalu banyak informasi yang masuk sehingga kita memasukan informasi bisnis apapun yang masuk padahal kita belum perlu seperti informasi tentang sistemasi di awal. Bukannya tambah cepat melaju yang ada bingung. Kita di awal langsung meloncat ke system otomatis pondasi lemah kalau gitu siap-siap bangkrut. 

Coba renungkan dan intropeksi padah tahap mana sekarang dan Fokus di situ sampai khatam alias paham betul dan sukses pada tahap tersebut baru melaju ke tahap selanjutnya. Kalau gitu kan pondasi jadi kokoh.

Mungkin bingung memang tahapan bisnis apa aja, Oke ini jawabannya saya juga menerapkan ini yaitu 5 Tangga bisnis Jaya Setiabudi. Kalau urusan persuasi dan selling Coah Dewa Eka Prayoga jagonya tapi urasan sistemasi mas Jaya setiabudi jagonya.

5 TANGGA BISNIS

Bisnis seperti menaiki tangga, ada tahapan-tahapannya. Masing-masing tahapan ada ilmunya. Tak ada yang benar atau salah di setiap metode bisnis, yang ada adalah konsekuensi dari tindakan yang kita pilih.

Kebanyakan calon pengusaha atau pengusaha pemula merasa ‘gamang’ seolah berada di lorong yang gelap; mau kemana, sekarang dimana, lewat mana yang terdekat, apa yang harus dipelajari sekarang?
5 Tangga Bisnis saya buat untuk mempermudah Anda memetakan kondisi bisnis Anda dan materi-materi apa saja yang perlu Anda pelajari saat ini. Cukup fokus mempelajari ilmu yang diperlukan di tiap tahapan dan praktikkan.

5 Tangga Bisnis itu adalah:

1. STARTING

Kenapa banyak sarjana manajemen bisnis tidak menjadi pengusaha? Karena terlalu banyak ilmu yang mereka pelajari, sebelum praktik, sehingga membuat mereka ketakutan sendiri.


Untuk usaha pertama, jangan banyak berhitung. Cari cara bagaimana memulai secepat mungkin, sebelum momentum Anda drop. Meski Anda punya warisan yang besar, belajarlah memulai usaha dengan modal seminimum mungkin. Hal ini akan berpengaruh pada pola pikir Anda sebagai pengusaha.

Fokuskan 80% upaya Anda pada penjualan atau menguasai pasar dan hindari ribetnya produksi. Genjot promosi, ratakan distribusi di area terbatas secepat mungkin. Genjot omzet dengan pembayaran yang bagus. Margin boleh tipis, yang penting pembayaran (cashflow) lancar. Raih angka impas operasional (BEP) secepat mungkin.

Fokus materi:


• Entrepreneur mindset.
• Basic negotiation.
• Selling skill.
• Uji Ngangenin; Ide >> Uji >> Evaluasi >> Perbaiki >> Uji hingga ngangenin.
• Packaging for UKM.
• Merek yang Ngetop.
• Sistem ‘distribusi = promosi’ untuk pemula.
• Strategi harga ke distributor (reseller).
• Viral marketing.
• Menata keuangan yang sederhana.
• Badan hukum, perijinan, merek dagang.

2. PROFITING

Setelah fase ‘survive’ dilalui, maka Anda memasuki fase memaksimalkan keuntungan. Masih fokus ke pemasaran, namun lebih dipertajam untuk pos keuntungan dari mana? Menambah prospek? 


Menaikkan nilai konversi? Membuat pelanggan beli lebih sering? Menaikkan angka pembelian tiap kunjungan? Atau menaikkan margin?

Karena penghasilan sudah mulai lancar dan besar, maka pengelolaan keuangan adalah kebutuhan yang mutlak.

Seiring dengan naiknya omzet, maka pertambahan tim juga anak naik. Saatnya belajar merekrut dan mengelola tim.

Fokus materi:




• Memaksimalkan profit (5 Pos Menaikkan Profit).
• Profiling; Mulai menganalisa data penjualan: Siapa spesifik target pasar Anda, Dimana mereka biasa berkumpul.
• Accounting for business owner.
• Alternatif permodalan.
• Basic Administration.
• Recruitment & training (SDM).
• Team building.

3. SYSTEMIZING

Memiliki bisnis yang auto pilot adalah idaman para pengusaha. Kenapa? Agar bisa jalan-jalan, sembari bisnis tetap jalan dan menghasilkan. Untuk itu diperlukan sistem dalam perusahaan.


Inti dari sistem adalah mendokumentasikan semua aktivitas perusahaan agar mudah diduplikasi dan sebagai acuan standarisasi.



Segala aturan dalam perusahaan mustahil berjalan dengan harmonis, tanpa kepemimpinan yang benar. Untuk itulah seorang pemimpin perlu mengasah kemampuan kepemimpinannya.

Fokus materi:



• Merumuskan Visi, Misi yang membumi.
• Lean Process; Merampingkan proses sebelum disistemkan.
• Struktur organisasi.
• Process Flow; Menggambarkan alur proses perusahaan.
• Dasar pembuatan SOP; Mendokumentasikan semua aktivitas perusahaan.
• KPI; Indikator kerja benar.
• 4 Sektor Sistemasi.
• Leadership.

4. MULTIPLYING

 
Setelah sistem terbuat dan teruji, tiba saatnya menduplikasi kesuksesan bisnis Anda ke wilayah lainnya. Bentuknya bisa jadi cabang, franchise, lisensi, stokis, atau lainnya.
Sistem yang belum teruji, tapi sudah terburu dijual belikan akan menciderai orang lain, kemudian mencoreng kredibilitas diri.

Franchise bukan opsi satu-satunya dalam langkah multiplikasi. Bahkan pikirkan 7 kali untuk mengembangkan bisnis dengan sistem franchise, karena faktornya bukan menyangkut wilayah kekuasaan Anda lagi, namun wilayah diluar kuasa Anda, yaitu perilaku para franchisee Anda.



Pada dasarnya multiplikasi adalah sarana untuk melebarkan sayap distribusi. Maka dari itu perlu dipelajari materi lanjutan tentang alternatif saluran distribusi yang cocok untuk produk atau jasa Anda.


Fokus materi:


• Etika bisnis; Agar bisnis bukan mencari untung diatas penderitaan orang lain.
• Advanced Distribution.
• Distribution Center.
• Supply Chain Management.
• Technology & Software.
• Kerjasama & Legalitas.
• Jebakan-jebakan hukum.

5. INVESTING

Inilah fase uang menghasilkan uang. Namun tanpa ilmu yang tepat, uang Anda akan hilang. Jika Anda telah mampu meniti tangga bisnis 4 tahap sebelumnya, bukan dengan cara melompat tangga, maka semestinya keilmuan analisa usaha Anda sudah cukup mumpuni.

Namun ada pepatah, “I know what to do, but I don’t do what I know”. Kerap para investor hanya tergiur oleh keuntungan yang besar, tanpa mengukur resiko yang besar pula di belakangnya. Apa yang Anda raih dalam 10 tahun bisa hilang hanya dalam 1 kali investasi, jika Anda tak patuh aturan.


Dalam fase ini, Anda akan lebih banyak memiliki waktu untuk kegiatan sosial Anda, karena penghasilan pasif Anda telah mengalir dan akan terus mengalir.

Fokus materi:


• Mindset Investor.
• Exit Plan.
• 3 Pos Investas.i
• Valuasi Bisnis.
• Ekspansi kemana? (Hulu Hilir).
• Jual Beli Bisnis.
• Venture Capital.
• Social Responsibility.


Ingatlah bahwa bisnis hanyalah kendaraan atau sarana untuk mencapai tujuan. Surga adalah tujuan kita sesungguhnya. Jangan sampai kita terlena oleh kendaraan dan melupakan tujuan kita.
Semoga framework ini bermanfaat bagi pengembangan UKM di Indonesia.

Oh ya 5 tangga bisnis ini diterapkan di sekolah bisninya mas Jaya Setiabudi, Young Entrepreneur Academy Indonesia atau YEA Indonesia. Saya pernah ngobrol sama anak YEA bahwa system sekolah bisnis disana kaya di Harvard University. Seperti kalau mau lulus sekolah syaratnya Cuma satu omset bisnis minimal puluhan juta kalau belum segitu ga akan lulus. Wkwkwk… Ngeri-ngeri sedepp.. salah satu muid yang mungkin dikenal adalah penjual kaos kaki laksita Pradyna yang baru berumur 20 tahun dengan omsetnya 200 juta perbulan.

Jadi sekolah bisnis disana katanya kurang lebih perkuliahannya nyata berdasarkan di lapangan misal kalau event ya bikin event sesuai kenyataan. Bikin prodak ya harus bikin prodak dan mencoba menjualnya. Bikin strategi ya harus diprakekan langsung di lapangan. Ya seperti sedang bisnis nyata saja Cuma dapat bimbingan. Gila keren hehe..

Saya jadi tertarik pengin masuk, Oh ya karena ini Young Entrepreneurt Academy berarti kalau di Indonesiakan ini sekolah bisnis khusus anak muda kalau ga salah maksimal umurnya 25 Tahun.
Atau lengkap syaratnya 

SYARAT PESERTA YEA
·         Memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi entrepreneur
·         Usia 17 s.d. 25 tahun
·         Status single (belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan)
·         Tidak berstatus sebagai karyawan
·         Dapat dukungan sepenuhnya dari orangtua (menyertakan pernyataan dukungan)
·         Tidak terlibat kasus hukum/kriminal/narkoba dsj.

Kemudian dana yang perlu dibutuhkan lumayan juga

BIAYA MENGIKUTI YEA REGULER **
·         Biaya Formulir Pendaftaran
Rp.       100.000
·         Commitment fee
Rp.    5.000.000
·         Uang Pangkal
Rp.    8.000.000
·         Entrepreneur Camp
Rp.    3.700.000
·         SPP/bulan (Bulan 1—6)
Rp.    6.000.000
·         Biaya SKS
           free
·         Biaya modul/handout, jaket almamater, dsj.
           free
·         Biaya sharing bisnis dari praktisi
           free
·         Fasilitas WiFi hotspot internet di area kampus
           free
 Total biaya
 Rp 22.800.000
*   Kelas terbatas untuk 25 siswa pendaftar pertama. Dibuka dua kelas setiap angkatan

Nah bagi yang masih muda belum bisnis, uang segitu lumayan gede juga atau udah bisnis umur udah kelebihahan tapi pengen ikut?

Mungkin itu pertanyaan sebagai alternatif Mas Jaya membuat YEA virtual yaitu kuliah online dan tergabung dalam alumni Yea online juga. Contoh alumninya yaitu GAZAN AZKA owner zanana chips omset 400 juta/bula. Dia mengalaminya pengen masuk ke sana tetapi karena di awal belum bisnis masih kere jadi ga bisa ikutan jadi dia pake alternative ini.

YEA Virtual adalah paket modul pembelajaran bisnis berkurikulum, yang terdiri dari 6 buah DVD multimedia. Anda dapat mempelajarinya sendiri lewat layar komputer atau laptop, dimana saja dan kapan saja.


 

Modul belajar ini dilengkapi dengan visual dan animasi, serta penjelasan materi berupa suara. Materi yang ada di dalamnya diambil dari kurikulum Young Entrepreneur Academy (YEA), sebuah program pelatihan bisnis berkurikulum pertama kali di Indonesia. Kampus YEA saat ini berada di Bandung.

6 PAKET MODUL (DVD multimedia) YEA VIRTUAL berisi :


Paket Modul 1
•      5 Tangga Bisnis
•      People Management
•      Selling Skill
•      Simply Marketing
•      5 Ways to Increase Your Profit

Paket Modul 2
•      Communication Skill
•      Basic Courtesy in Business
•      Negotiation Skill
•      Creative Promotion

Paket Modul 3
•      Accounting for Business Owner
•      Finance
•      5 Macam Bisnis berdasar Cashflow
•      12 Alternatif Permodalan Bisnis

Paket Modul 4
•      Project Management
•      How to Built Team
•      Penentuan Lokasi yang Laris

Paket Modul 5
•      Business Model Generation
•      Business Plan
•      Franchise dan Lisensi

Paket Modul 6
•      Jalan Pintas Bebas Finansial
•      Aspek Legal dalam Bisnis

Semua dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami dan DITAMBAH Modul Mentoring yang dapat ditonton dan di-update via online.

Oh ya yang mau pesan kesini KLIK Semoga masih beruntung atau SISA. :)




 Sumber: 
Artikel Jaya Setiabudi
Yea-indonesia.com

SHARE BERBAGI MANFAAT SILAKAN

0 komentar:

Post a Comment

iklan responsip